Agent of Change [Pengertian, Kategori & Contoh Kasus]

Kehadiran agent of change sangatlah dibutuhkan. Terlebih untuk sebuah perusahaan yang peduli terhadap aspek-aspek penting yang harus digali dalam sebuah perusahaan. Agen perubahan ini akan melakukan sejumlah langkah strategis untuk membuat organisasi atau perusahaan tempat ia bertugas mendapatkan perubahan yang positif.

Bicara tentang perubahan, tentu ini tidak bisa dilakukan begitu saja secara spontan. Harus ada seseorang yang memulai, memanasi dan memotivasi orang-orang atau kelompok yang ada dalam satu lingkungan, untuk berbuat lebih. Makanya banyak orang mengindetikkan dengan pemuda atau mahasiswa, meskipun tetap relevan di bidang apapun. Di pemerintahan misalnya, semangat ini muncul pada sektor reformasi birokrasi.

Harus ada orang yang bergerak sebagai contoh, role model, atau panutan terhadap anggota organisasi, sosial atau sekelompok orang dalam lingkungan sebuah perusahaan untuk mengikuti strategi tertentu, di mana strategi tersebut akan mengantarkan perusahaan kepada perubahan yang lebih baik.

Tugas agents of change artinya mempengaruhi individu dan pihak-pihak lain dalam lingkungannya untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki menjadi tujuan perusahaan atau organisasi.

Lebih singkat lagi, konsep agent of change menggambarkan tentang jembatan antara sumber perubahan positif (berupa kebijakan perusahaan, target) dengan orang yang ada di dalam perusahaan.

7 Peran Agent of Change dalam Budaya Perusahaan

  1. Membangun kesadaran akan pentingnya perubahan

Change leader atau orang yang menjadi pemimpin dalam agent of change dan jajarannya mempunyai tugas untuk menyadarkan setiap individu dalam lingkungan organisasi atau perusahaan untuk mengubah sikap atau perilaku mereka menjadi sesuai dengan budaya organisasi atau perusahaan.

Misalnya perusahaan memiliki budaya untuk mengutamakan pelayanan yang ramah terhadap semua customer tanpa peduli latar belakang mereka. Ini bisa dikategorikan dalam agent of change.

Terminolologi yang dimaksud ini termasuk berusaha membawa individu di lingkungannya untuk sadar akan nilai keramahtamahan dalam perusahaan mereka.

Target dari peran agen perubahan yang pertama ini adalah setiap individu melakukan perubahan atas inisiatif sendiri karena mereka sadar. Bukan karena dorongan atau paksaan pihak lain. Contohnya sebagai berikut:

  1. Menjadi media informasi perubahan

Berdasarkan pendapat ahli, setelah semua individu dalam sebuah organisasi atau perusahaan sudah mempunyai kesadaran akan budaya perusahaan, tugas selanjutnya agen perubahan adalah menyediakan informasi.

Berkomunikasi dengan baik kepada setiap individu dalam perusahaan; Menukar informasi dari sumber perubahan positif. Setiap perusahaan  memiliki tujuan untuk membina hubungan baik dengan publik. Karena itu ada hubungan politik.

Setiap individu yang sadar dengan pentingnya perusahaan, harus mendapatkan informasi relevan tentang bagaimana menjaga hubungan baik dengan target masyarakat atau kelompok di luar perusahaan.

Selain kerahamahan, tingkat kepercayaan juga dibangun lewat kerja yang baik, berkompeten, kredibel dan intinya mendapatkan kepercayaan dengan sifat invidu di dalam organisasi atau perusahaan.

  1. Mengidentifikasi masalah

Yang disebutkan di atas tidak selalu mudah dilakukan. Menyadarkan setiap individu, menjembatani informasi terkait sumber perubahan positif perusahaan.

Selalu ada masalah yang menyebabkan tujuan-tujuan tersebut tidak terpenuhi.

Tugas agen perubahan selanjutnya adalah kemampuan untuk mengidentifikasi masalah. Mencari akar permasalahan dari tujuan yang tidak terpenuhi tersebut lalu mencari solusinya.

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan perspektif organisasi dan melakukan komunikasi yang efektif.

  1. Mendorong niat perubahan

Identifikasi masalah dilanjutkan dengan memberikan dorongan berupa motivasi. Komunikasi dan motivasi bisa menjadi kunci supaya niat perubahan individu terjadi lebih cepat dan tepat. Ini diperankan oleh siapa saja, karena setiap orang berperan untuk kemajuan organisasi

Peran agen perubahan lainnya adalah mendorong niat individu untuk menyelesaikan masalah penghambat perubahan positif perusahaan.

  1. Membuat niat menjadi nyata

Selanjutnya, niat harus ditranformasikan menjadi kenyataan. Menjadi tugas agen perubahan selanjutnya supaya bisa mempengaruhi target perubahan yang dimotivasi berkemampuan membuat niat menjadi nyata.

Komunikasi interpersonal di antara agen perubahan dengan target individu  sangat dibutuhkan. Setiap rekomendasi dari agen perubahan akan lebih terarah dan berhasil diterapkan ketika komunikasi interpersonal ini tetap dijaga. Hasilnya, niat bertransformasi menjadi perubahan menjadi.

  1. Merawat adopsi values baru dan mencegah pembatalam adopsi.

Target perubahan harus tetap didampingi oleh agen perubahan supaya setiap masukan, rekomendasi atau values baru dari agen perubahan tetap dijalankan dengan baik oleh target.

Tugas agen perubahan yang satu ini dapat dilakukan dengan pendampingan lebih serius. Hal tersebut penting dilakukan karena berhubungan langsung dengan apakah target mengkonfirmasi budaya baru yang disarankan agen; dan agen dapat melihat langsung manfaat yang terjadi pada target perubahan.

  1. Menciptakan agen perubahan baru (regenerasi)

Tugas atau peran agen of change adalah menjadi role of model untuk individu lain (social) dalam perusahaan untuk melakukan perubahan positif di lingkungan perusahaan.

Tujuan ini akan tercapai dengan sangat cepat ketika target perubahan sadar, mengerti dan melakukan perubahan yang lebih baik. Di akhir, tujuan agen perubahan adalah mampu menciptakan agen of change yang baru.

Di mana setiap agen perubahan baru tersebut akan melaksanakan tugas agen perubahan bersama-sama.

Demikian artikel kutipan kami dari berbagai tulisan, dan kami tulis bagi siapa saja yang tertarik dengan agen perubahan ini, semoga bermanfaat bagi Indonesia dan dunia.

Agent of Change adalah sebutan untuk seseorang yang mendedikasikan dirinya sebagai agen perubahan. Kaitannya erat sekali dengan perkembangan organisasi dan budaya sebuah perusahaan.

Kehadiran agent of change sangatlah dibutuhkan. Terlebih untuk sebuah perusahaan yang peduli terhadap aspek-aspek penting yang harus digali dalam sebuah perusahaan. Agen perubahan ini akan melakukan sejumlah langkah strategis untuk membuat organisasi atau perusahaan tempat ia bertugas mendapatkan perubahan yang positif.

Bicara tentang perubahan, tentu ini tidak bisa dilakukan begitu saja secara spontan. Harus ada seseorang yang memulai, memanasi dan memotivasi orang-orang atau kelompok yang ada dalam satu lingkungan, untuk berbuat lebih. Makanya banyak orang mengindetikkan dengan pemuda atau mahasiswa, meskipun tetap relevan di bidang apapun. Di pemerintahan misalnya, semangat ini muncul pada sektor reformasi birokrasi.

Harus ada orang yang bergerak sebagai contoh, role model, atau panutan terhadap anggota organisasi, sosial atau sekelompok orang dalam lingkungan sebuah perusahaan untuk mengikuti strategi tertentu, di mana strategi tersebut akan mengantarkan perusahaan kepada perubahan yang lebih baik.

Tugas agents of change artinya mempengaruhi individu dan pihak-pihak lain dalam lingkungannya untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki menjadi tujuan perusahaan atau organisasi.

Lebih singkat lagi, konsep agent of change menggambarkan tentang jembatan antara sumber perubahan positif (berupa kebijakan perusahaan, target) dengan orang yang ada di dalam perusahaan.

7 Peran Agent of Change dalam Budaya Perusahaan

  1. Membangun kesadaran akan pentingnya perubahan

Change leader atau orang yang menjadi pemimpin dalam agent of change dan jajarannya mempunyai tugas untuk menyadarkan setiap individu dalam lingkungan organisasi atau perusahaan untuk mengubah sikap atau perilaku mereka menjadi sesuai dengan budaya organisasi atau perusahaan.

Misalnya perusahaan memiliki budaya untuk mengutamakan pelayanan yang ramah terhadap semua customer tanpa peduli latar belakang mereka. Ini bisa dikategorikan dalam agent of change.

Terminolologi yang dimaksud ini termasuk berusaha membawa individu di lingkungannya untuk sadar akan nilai keramahtamahan dalam perusahaan mereka.

Target dari peran agen perubahan yang pertama ini adalah setiap individu melakukan perubahan atas inisiatif sendiri karena mereka sadar. Bukan karena dorongan atau paksaan pihak lain. Contohnya sebagai berikut:

  1. Menjadi media informasi perubahan

Berdasarkan pendapat ahli, setelah semua individu dalam sebuah organisasi atau perusahaan sudah mempunyai kesadaran akan budaya perusahaan, tugas selanjutnya agen perubahan adalah menyediakan informasi.

Berkomunikasi dengan baik kepada setiap individu dalam perusahaan; Menukar informasi dari sumber perubahan positif. Setiap perusahaan  memiliki tujuan untuk membina hubungan baik dengan publik. Karena itu ada hubungan politik.

Setiap individu yang sadar dengan pentingnya perusahaan, harus mendapatkan informasi relevan tentang bagaimana menjaga hubungan baik dengan target masyarakat atau kelompok di luar perusahaan.

Selain kerahamahan, tingkat kepercayaan juga dibangun lewat kerja yang baik, berkompeten, kredibel dan intinya mendapatkan kepercayaan dengan sifat invidu di dalam organisasi atau perusahaan.

  1. Mengidentifikasi masalah

Yang disebutkan di atas tidak selalu mudah dilakukan. Menyadarkan setiap individu, menjembatani informasi terkait sumber perubahan positif perusahaan.

Selalu ada masalah yang menyebabkan tujuan-tujuan tersebut tidak terpenuhi.

Tugas agen perubahan selanjutnya adalah kemampuan untuk mengidentifikasi masalah. Mencari akar permasalahan dari tujuan yang tidak terpenuhi tersebut lalu mencari solusinya.

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan perspektif organisasi dan melakukan komunikasi yang efektif.

  1. Mendorong niat perubahan

Identifikasi masalah dilanjutkan dengan memberikan dorongan berupa motivasi. Komunikasi dan motivasi bisa menjadi kunci supaya niat perubahan individu terjadi lebih cepat dan tepat. Ini diperankan oleh siapa saja, karena setiap orang berperan untuk kemajuan organisasi

Peran agen perubahan lainnya adalah mendorong niat individu untuk menyelesaikan masalah penghambat perubahan positif perusahaan.

  1. Membuat niat menjadi nyata

Selanjutnya, niat harus ditranformasikan menjadi kenyataan. Menjadi tugas agen perubahan selanjutnya supaya bisa mempengaruhi target perubahan yang dimotivasi berkemampuan membuat niat menjadi nyata.

Komunikasi interpersonal di antara agen perubahan dengan target individu  sangat dibutuhkan. Setiap rekomendasi dari agen perubahan akan lebih terarah dan berhasil diterapkan ketika komunikasi interpersonal ini tetap dijaga. Hasilnya, niat bertransformasi menjadi perubahan menjadi.

  1. Merawat adopsi values baru dan mencegah pembatalam adopsi.

Target perubahan harus tetap didampingi oleh agen perubahan supaya setiap masukan, rekomendasi atau values baru dari agen perubahan tetap dijalankan dengan baik oleh target.

Tugas agen perubahan yang satu ini dapat dilakukan dengan pendampingan lebih serius. Hal tersebut penting dilakukan karena berhubungan langsung dengan apakah target mengkonfirmasi budaya baru yang disarankan agen; dan agen dapat melihat langsung manfaat yang terjadi pada target perubahan.

  1. Menciptakan agen perubahan baru (regenerasi)

Tugas atau peran agen of change adalah menjadi role of model untuk individu lain (social) dalam perusahaan untuk melakukan perubahan positif di lingkungan perusahaan.

Tujuan ini akan tercapai dengan sangat cepat ketika target perubahan sadar, mengerti dan melakukan perubahan yang lebih baik. Di akhir, tujuan agen perubahan adalah mampu menciptakan agen of change yang baru.

Di mana setiap agen perubahan baru tersebut akan melaksanakan tugas agen perubahan bersama-sama.

Demikian artikel kutipan kami dari berbagai tulisan, dan kami tulis bagi siapa saja yang tertarik dengan agen perubahan ini, semoga bermanfaat bagi Indonesia dan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*